Pekerjaan Part time dan sewa flat di New Zealand

Pekerjaan Part time dan sewa flat di New Zealand

Assalamualaikum wr wb

Kemarin Jum’at, 6 Pebruari sedang public holiday karena ada Waitangi Day, Perayaan Nasional Hari Besar Maori. Jadi kuliah kami libur. Ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan.

Tentang flat/rumah tinggal:

Di Wellington, mengurus sewa rumah tinggal/flat bukanlah hal yang mudah karena harus:

  1. terlebih dahulu menunjukkan pasport/visa orang yang akan menempati kepada agen/landlord.
  2. Harus mempunyai account bank/rekening. Jadi saya sarankan, begitu sampai usahakan untuk segera membuat account bank.
  3. memerlukan proses minimal satu minggu untuk mendapatkan flat. Jadi kalau nggak dapat tumpangan tempat tinggal bersiap-siaplah untuk tidur di hotel/back packer dengan tarif minimal NZ$ 23/malam/orang.
  4. harga sewa cukup tinggi, minimal NZ$ 150/week/orang, kalaupun ada yang murah biasanya jauh dari kampus/sekolah. Uang garansi/bon/garansi harus dibayarkan sebesar 2 minggu pertama. Jadi secara tak langsung kita bayar 3 minggu di muka saat mau tinggal di flat tersebut
  5. Untuk flat, air PDAM biasanya gratis (disediakan dari pemerintah) dan sudah layak minum (kami pun biasa minum air kran). Listrik dan telepon (kalau ada) yang harus bayar.

Tentang pekerjaan part time:

Peraturan di NZ untuk student yang bekerja harus memiliki VOC, maka:

  1. Sebisa mungkin temen2 yang sekarang dalam proses pengurusan visa yang score TOEFL-nya diatas/minimal 500 atau IELTS level 5 sebaiknya diusahakan mendapatkan VOC dari Embassy New Zealand di Jakarta. Kalau di NZ bisa diurus oleh lembaga tempat anda kuliah/belajar. Tapi bayar NZ$ 120, sayang kan? Itu juga harus dengan test TOEFL/IELTS dulu.
  2. Pekerjaan di sini harus mencari sendiri, kalau ada temen/orang Indonesia yang sudah lama ada di sini biasanya bisa kita mintai bantuan untuk masalah training awal, membuat CV dan mengarahkan.
  3. Mental survival harus benar2 dimiliki. Memang ada beberapa contoh teman2 yang sukses dan surevive di sini, tapi juga ada yang gagal. Kita harus belajar dari kegagalan mereka dan lebih berhati-hati melangkah. Kalau yang rajin ikut kumpul2 sama temen2 biasanya lebih mudah dapat kerja karena link-nya banyak dan bisa sharing pekerjaan. Jadi banyak-banyaklah cari teman di sini.
  4. Rate gaji di sini minimal adalah NZ$12,5/hours (belum dipotong pajak), kalau sudah sertifikasi WELTEC (Wellington Institut of Technology) seperti teman saya yang sudah jadi Chef lulusan Weltec bisa di atas NZ$ 20/hours. Rata-rata student di sini bisa bekerja 3-4 jam perhari dan bisa masuk kerja setelah dua minggu berada di NZ. Satu minggu awal seperti kami masih perlu penyesuaian cuaca, pola hidup, pola jalan dan budaya lokal sini.
  5. Jika teman2 mempunyai sertifikasi keahlian/referensi kerja di Indonesia sebaiknya dibawa saja.

Tentang kuliah/pendidikan:

Budaya kuliah di sini sangat berbeda dengan di Indonesia, terutama untuk beberapa hal:

  1. Punctual, harus tepat waktu saat datang.
  2. Kalau ingin kuliah maka uang harus full dibayar di muka.
  3. Logat bahasa Inggris di sini beda banget dengan yang kita dengan di film2 Amerika, jadi jangan kaget yah. Logatnya lebih ke arah British English
  4. Untuk temen-temen yang ingin melihat dan membaca pengalaman kami di NZ jangan lupa membuka blog kami di: http://andoyoandoyo.multiply.com dan http://andoyoanny.blogspot.com. Hehe…promosi yak.

Kami rasa cukup itu aja dulu yah, mudah-mudahan bisa disampaikan kepada teman-teman. Kami senang banget ada di sini. Alamnya indah dan banyak pengalaman baru, tantangan ke depan sedang menunggu. Salam rindu dari kami di New Zeland. Makasih

Advertisements

Website Cari Flat/Apartemen di New Zealand, Khususnya Wellington

Alamat website untuk cari flat/apartemen di Wellington, New Zealand

Ada beberapa kendala yang saya alami saat pertama datrang di Wellington, New Zealand. Salah satu yang paling krusial adalah masalah sewa flat/apartemen, map kota Wellington dan cari kerjaan part time sembari kuliah. Soalnya cari flat/apartmen di sini nggak seperti saat kita mencari kos di Indonesia.

Untuk website masalah pekerjaan dan lain-lain Insya Allah akan saya publikasikan lain waktu.

Blog yang saya tulis hari ini mudah-mudah bisa menjadi gambaran bagi teman2 yang mau berangkat menyusul kami di sini. Untuk awal ini masalah primer dulu, yaitu bagaimana menyewa apartemen/flat, bagaimana dan dimana? Dibaca yah dengan seksama.

Website untuk urusan Flat atau Apartemen:

Di New Zealand, ada beberapa agen yang bisa kita hubungi secara online melalui internet. Masing-masing agen memiliki karakteristik sendiri. Nah, ini di nama agen-agennya dan alamat websitenya.

  1. Quinovic Property Managemen, ini bisa Anda hubungi di alamat websitenya http://www.quinovic.co.nz. Tampilan pertama adalah defaultnya, lalu pilih menu Search Rental, ketik apartment, ketik jumlah kamar dan harga tinggal klik search terakhirnya. Muncul deh detailnya. Sistem pembayaran juga bisa Anda lihat di sana.
  2. Full House Management, ini bisa Anda hubungi di alamat websitenya http://www.fullhousemanagement.co.nz. Tampilan website ini lebih ringkas dan lebih mudah dimengerti. Begitu halaman pertama terbuka maka Anda tinggal klik To Let saja, maka akan muncul apartemen yang Anda ingin lihat. Mulai dari jumlah kamar, jumlah kamar mandi dan tempat parkit juga ada. Penjelasan detailnya ya tinggal klik saja item yang diinginkan.
  3. TradeMe, websitenya di http://www.trademe.co.nz. Nah untuk agen ini agak berbeda dengan kedua agen di atas. TradeMe bidang kerjanya lebih luas. Dari apartemen, rumah tinggal, komputer, mobil, sepeda butut, hape kelindes motor juga dijual di sini. Pokoknya komplit-plit ada di sini, maksud saya terkomplit di New Zealand untuk saat ini. Khusus untuk masalah rumah tinggal/apartemen pertama Anda buka websitenya, lalu pilih Browse, lalu pilih Real Estate, lalu pilih Commercial Property, lalu pilih Leases, lalu pilih kota Wellington (atau kota yang Anda inginkan), maka akan muncul list apartemen/flat yang akan Anda sewa komplit dengan foto, harga, jumlah bathrom dan bedrom dan lain-lain.
  4. Lambton Property Management, websitenya http://www.propertyman.co.nz. Setelah terbuka websitenya tinggal pilih For Rent lalu klik daerah/kota yang mau disewa. Lebih simple kok, cuman agak ribet soalnya ditampilan satu persatu.

Yah, untuk saat ini, itu dulu yah. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Salam rindu dari temen2 di sini.

Prosedur Bekerja Sambil Belajar di New Zealand

Assalamualaikum, hai Pembaca. Salam rindu dari kami yang saat ini sedang jauh dari tanah air tercinta. Mohon maaf karena lama nggak muncul untuk nge-blog atau meng-upload. Mohon maaf juga kalau postingannya jadi junk-mail di email Anda.

Ada beberapa prosedural yang harus dipahami oleh beberapa teman yang mau berangkat ke New Zealand untuk studi, namun juga berharap bisa mendapatkan penghasilan sembari bekerja part time.

Berikut ini beberapa prosedurnya, semoga ada manfaatnya:

  1. Jika nilai TOEFL Anda di atas 500 atau IELTS di atas 5,0 maka mahasiswa/pelajar yang ingin berangkat ke New Zealand sangat dianjurkan (kalau saya mewajibkan, hehe…) untuk mengajukan Visa Student maka sekaligus mengajukan VOC (Visa Student yang sekaligus juga memberikan kesempatan siswa/student untuk bekerja part time 20 hours/week). Mengajukannya di saat masih di Indonesia aja, di Embassy New Zealand. Kalau sudah terlanjur kecemplung di New Zealand maka bisa mengajukan melalui sekolah/universitas tempat ia kuliah. Prosesnya sekitar 1 bulan, dengan kelengkapannya adalah: Visa, Pasport, Surat Pengantar dan Nilai TOEFL/IELTS asli. Biasanya sih bayar NZ$ 127. Detail tentang VOC bisa dibaca di sini http://www.migrationexpert.com/nz/Visa/Vocational-Trainee-Student-Visa-New-Zealand.asp. Tapi bahasa Inggris loh yah.
  2. Kalau nilai TOEFL dan IELTS di bawah standar di atas, maka sebaiknya test TOEFL/IELTS dulu di Indonesia agar bisa mencapai batas minimal, kalau yang kurang, yah jangan berharap dapat VOC. Itu bisa kita urus di NZ, tapi tetap harus ada skor TOEFL/IELTS sesuai standar minimal, jadi di NZ test IELTS aja. Biayanya sekitar NZ$ 290-an. Mahal kan?
  3. Kalau sudah punya VOC, kita urus dulu nomor IRD (lihat di http://www.ird.govt.nz). IRD itu semacam nomor pajak bagi orang yang sudah bekerja di New Zealand. Untuk memproses IRD, kita bisa mengurusnya di kantor pos NZ atau langsung ke kantor pajak. Sebaiknya bawa Letter of Offer (Surat yang menyatakan bahwa kita sudah diterima di lembaga pendidikan di NZ, kalau belum ada ya minta aja ke sekolah/kampus tempat kita belajar di NZ), SIM dan Pasport, kalau pake KTP AMA pasport aja biasanya nggak bisa. Pasport sama SIM (Driving Lisence biasanya sudah bisa, jadi nggak perlu bawa Letter of Offer. Jadi bersyukurlah yang sudah punya SIM (bisa SIM A, B, C). Prosesnya sekitar 10 hari kerja, tapi sebenarnya kita bisa dapat lebihh cepat asal rajin menelpon operator kantor pajaknya.
  4. Sudah dapat IRD, lalu bikin akun bank. Alias punya nomor rekening bank. Buka rekening bank di NZ gratis kok, nggak harus bayar seperti di Indonesia. Jadi lebih mudah. Satu sampai tiga jam paling sudah selesai, kecuali kita Oon-oon amat kagak bisa bahasa Inggris, hehehe….
  5. Lalu bikin CV, surat lamaran dan harus pake CV/Lamaran gaya NZ. Ringkes banget nggak kayak CV made in Indonesia, ntar saya upload deh contohnya yak.
  6. Lalu door to door nglamar pekerjaan deh. Yak kalauu mau canggih dikit pake internet, atau datang langsung ke tempat yang kita incer plus bawa CV-nya. Biasanya sekali dua kali kita belepotan ngomongnya karena masih asing dengan bahasa Inggris yang pas-pasan. Hehe….ini pengalaman pribadi.
  7. Tinggal menunggu deh, kalau diterima ya syukur kalau nggak ya syukur. Masak dari 20 CV dan lamaran yang kita sebar nggak ada yang nyangkut.

Yah itu dulu yah dari saya, soalnya istri sudah menunggu di belakang. Nggak tau mau ngajak apa. Makasih
Salam rindu selalu.

Akhirnya Sampai Juga di Wellington, New Zealand


Wellington, Kota Berangin yang Indah Minim Debu

Alhamdulillah, akhirnya kami berenam sampai juga di Wellington, New Zealand. Kota yang sepi, dimana harga mobil hanya Rp.4 jutaan tapi harga motor sampai puluhan juta. Jadi di sini harga mobil lebih murah ketimbang harga motor.

Kota Wellington lagi windy (berangin) soalnya lagi summer. Suhunya berkisar 25 derajat celcius, sejuk tapi panasnya juga terik. Kotanya tenang banget, hampir nggak ada traffic light di sini, semuanya benar-benar berdasarkan kesadaran pengemudi mobilnya. Jadi saat ada persimpangan, masing-masing pengemudi seakan sudah tahu harus memberikan kesempatan mobil yang lain untuk lewat.

Kemarin kami berangkat dari Jakarta jam 20.45 WIB. Bersama istriku tercinta kami dari Bojonggede diantar oleh ayah mertua, saudari kembar istriku dan adikknya.

Masuk imigrasi bayar fiskal Rp.2,5 juta. Sebenarnya bisa sih gratis dengan menunjukkan NPWP yang sudah dibuatkan oleh perusahaan tempatku bekerja dulu. Tapi dampaknya kalau aku kerja, gajiku di New Zealand bakalan kena potong pajak dengan standar pajak Indonesia. Akhirnya kami putuskan tidak pakai NPWP untuk bayar fiskal.

Sampai di depan ruang tunggu Qantas Airways kami masih bawa dua botol Aqua. Padahal membawa cairan lebih dari 200 mililiter dilarang masuk, jadi dua botol itu kami habiskan berdua dengan istri. Perut jadi kembung karena air.

Ini pertama kalinya kami naik Airbus. Pesawat lumayan gedhe dengan fasilitas yang cukup komplit. Nyaman.

Dari Jakarta sampai Sydney membutuhkan waktu 7 jam 40 menit. Jam 07.10 waktu Sydney kami tiba di Sydney, bandara yang menurutku masih bagusan Bandara Hassanudin Makassar. Pemeriksaan imigrasi dan barang bawaan ekstra ketat. Tas dibongkar, gunting dibuang dan laptop harus dikeluarkan dari tas untuk pemeriksaan. Nyebelin.

Jam 09.40 Sydney kami terbang menuju Wellington dengan lama penerbangan 2 jam 50 menitan. Jadi lumayan sih ga terlalu lama, soalnya sudah capek.

Kami tiba di Wellington, New Zealand jam 14.00 waktu setempat dan harus menjalani pemeriksaan bagasi lagi. Bagasi yang berisi makanan harus dibongkar, di Pilihannya ada tiga. Declare your bringing, or dispose your bringing into trash box.. dan yang terakhir kalau nggak ngaku Kena Denda NZ$ 200, kalau dirupiahin kira-kira ya Rp.1,5 jutaan.

Untungnya ada orang Indonesia yang jadi Officer untuk pemeriksaan bagasi kami. Terimakasih untuknya, soalnya kalau nggak dibantu makanan favoritku dan istriku bisa dibuang semua oleh Supervisornya. Oh iya, kalau bawa visa student tunjukkin aja, itu bisa mengurangi hukuman kok.

Saat postingan ini aku upload kami masih menginap di penampungan, kos-kosan mahasiswa yang dulu kuliah di Wellington juga. Besok mudah-mudahan sudah bisa tinggal di flat baru kami bersama empat teman lainnya.

Terus tadi temen dari Makassar yang sudah enam bulan di sini ngajak kami jalan-jalan sebentar. Ternyata di sini ada kebiasaan barang bekas pakai tapi masih layak pakai yang nggak dipakai lagi ama pemiliknya dibuang di tempat penampungan agar bisa dipakai orang lain yang membutuhkan. Bisa dicontoh nih kayaknya ma orang Indonesia.

Dari tempat itu kami mengambil 2 buah cangkir, 2 buah piring, 4 buku fiksi berbahasa Inggris dan itu gratis. Hehe…, kami jadi pemulung soalnya bekal kami memang terbatas.

Student Visa kami berlaku untuk tujuh bulan ke depan. Biaya kuliah sudah beres, tapi untuk biaya hidup ya harus cari sendiri dengan bekerja part time bersama istriku. Habis kuliah kami harus kerja.

Insya Allah foto-fotonya segera kami upload. Salam untuk teman-teman semua. Minta maaf kalau ada salah yah. Hehe….

Looking Around Wellington City


Looking Around Wellington City
Jalan-jalan Kesasar di Kota Wellington

Seperti yang saya bilang kemarin, kota Wellington memang windy, berangin banget. Saat ini lagi summer, suhu rata-rata 22-26 derajat celcius. Jadi cukup dingin untuk orang Indonesia. Kalau keluar maka pakailah jaket. Saat summer maka akan ada perbedaan antara siang malam di Wellington dan Indonesia. Jika di Indonesia magrib jam 18.00-an maka kalau di Indonesia jam 21.00 baru magrib. Jam 17.00 di Wellington kayak jam 14.00 di Indonesia. Jam 07.00 pagi baru shalat subuh, masih gelap banget lagi. Orang-orang di sini cukup friendly, khususnya bagi para pendatang. Kesadaran akan peraturan yang ada sangat dihargai sehingga nggak perlu takut-takut saat berjalan berkeliling. Pagi tadi, jam 12.00 kami jalan-jalan keliling kota Wellington. Saya bersama istri tercinta, lalu ditemani Putri jalan-jalan menuju kampus. Beberapa kali kesasar. Akhirnya ya banyak tanya-tanya sama warga asli sana. Akhirnya sampai juga deh di tempat tujuan. Kami sempat berkunjung ke beberapa tempat, di National War Memorial, Massey University, Victoria University, Making Future Happen lalu Wellington High School. Cukup bagus juga. Ada juga kok foto-foto terbaru kami. Dilihat yah. Makasih.