Puasa Ramadhan di Wellington, New Zealand

Postingan aslinya silakan buka di www.andoyoanny.blogspot.com.

Terdengar adzan subuh tanda waktu makan sahur kami sudah selesai. Adzan itu terdengar bukan dari masjid atau dari mushola sebagaimana yang biasa kita dengar saat kita berada di Indonesia.

Hanya program Saalat Time yang kami install di komputer dan panduan waktu buka puasa dan sahur yang kami download dari website lembaga resmi muslim yang mengurusi masalah di New Zealand yaitu FIANZ inilah yang selalu setia mengingatkan kami akan tanda kapan waktu buka dan sahur kami.

Silakan download program Saalat Time jika Anda mau, karena akan sangat membantu.

Jika saya bandingkan, perbedaan antara waktu yang tertera di program Saalat Time dan timetable waktu shalat yang diperhitungkan oleh ulama-ulama FIANZ hanya terdapat perbedaan sekitar 5 menitan. Untuk masalah ini Mufti di sini memperbolehkan perbedaan waktu 5 menit tersebut. Jadi jika ingin berbuka atau sahur, kita bisa membandingkan mana yang mau dipakai. Saya sangat berterimakasih sekali kepada para programer yang telah membuat software pengingat shalat tersebut, mudah-mudahan Allah memudahkan hidupnya di dunia dan akhirat.

Silakan klik link ini jika Anda ingin mengetahui aktifitas muslim di New Zealand FIANZ (The Federation of Islamic Associations of New Zealand).

Hari ini adalah hari ke 15 kami menjalankan ibadah puasa, tidak banyak hal berubah dengan aktifitas kami di sini. Suasana Ramadhan benar-benar sangat berbeda dengan yang saya rasakan saat saya berada di Indonesia. Susahnya mendapatkan makanan dari restoran dan cafe-cafe yang ada di Wellington membuat kami harus rajin memasak. Sungguh suasana yang berbeda, di sinilah Allah memberikan ujiannya untuk seorang muslim yang pertama kalinya hidup dan menjalankan ibadah puasa di luar negeri. Beberapa teman memilih untuk tidak menjalankan ibadah puasa karena hal ini.

Masak makanan sendiri

Halal Butcher, inilah tempat favorit yang harus saya kunjungi untuk mendapatkan stock daging sapi, kambing atau ayam potong yang murah sekaligus juga halal. Tidak banyak penyedia makanan halal di Wellington, sehingga kami harus berhati-hati saat menyiapkan makanan untuk puasa kami. Anda bisa membeli ikan dan produk lainnya jika takut daging yang Anda beli tidak halal yang cukup banyak tersedia di toko-toko sekitar Wellington.

Memasak adalah aktifitas yang cukup mengasyikan saat mempersiapkan makan sahur dan buka puasa. Soalnya kita akan sulit mendapatkan makanan buka puasa siap saji seperti kolak, bubur dan es kelapa yang dengan mudah kita bisa dapatkan di sekitar rumah kita di Indonesia. Hampir semuanya harus kita masak sendiri. Harus ada daftar menu yang disiapkan setiap harinya, jadi mau tidak mau akhirnya kami bisa memasak sendiri di sini.

Saya teringat saat tahun kemarin masih menjalankan ibadah puasa di Surabaya. Mudah banget mendapatkan makanan buka dan es kelapa muda di sekitar Royal Plasa, Citos dan di sekitar kampus Petra di daerah Kertomenanggal. Tapi sekarang di sini, suasananya serba berbeda. Kolak harus bikin sendiri, bubur bikin sendiri, makan utama juga harus masak sendiri.

Alhamdulillah-nya, inilah kenikmatan yang diberikan oleh Allah untuk merasakan berkah puasa di negeri orang. Jarang orang mendapatkan kesempatan seperti ini. Waktu puasa di New Zealand yang tidak terlalu ekstrim antara siang dan malamnya juga membuat kami enjoy menikmati ibadah ini.

Di sini saya jadi mengerti kenapa pelaksanaan puasa kenapa dijalankan berdasarkan penanggalan bulan atau Qomariyah. Saat di Indonesia mungkin kita belum mau berpikir tentang hal ini karena Indonesia yang cuma ada dua musim, musim penghujan dan musim kemarau.

Inilah berkah kenapa Puasa Ramadhan dijalankan berdasarkan penanggalan bulan, bukan penanggalan berdasarkan matahari. Adanya 4 musim dengan perbedaan waktu siang dan malam yang ekstrim, kadang siang lebih panjang dan kadang malam lebih panjang tentunya akan membuat puasa Anda menjadi terasa berat dan terasa ringan. Dengan pelaksanaan puasa berdasarkan penanggalan bulan, maka kita akan melaksanakan puasa di musim-musim yang berbeda, tidak melulu di musim dingin. Akan ada variasi puasa tiap tahunnya, bisa jadi tahun ini puasa tahun ini di musim panan (summer), maka bisa jadi tahun depan kita mendapatkan puasa di musim semi (spring).

Coba dijalankan berdasarkan penanggalan matahari, tentunya kita akan yang di sini atau saudara-saudara muslim kita yang hidup di negara dengan perbedaan siang dan malam yang ekstrim seperti di Canda dan Finlandia tentunya akan merasa keberatan. Alhamdulillah…

Artikel terkait:

  1. Download Program Saalat Time
  2. Halal Butcher Wellington
  3. Wellington Mosque, Kilbirnie

Ayoo, Klaim Lagi Ya…

Tari pendet diklaim, Reog diklaim, Sipadan dan Ligitan diembat, Ambalat diklaim, Batik diklaim, Lagu Rasa Sayange diklaim, duh duhhh. Apa itu negara ga punya budaya sendiri ya??

Syukur-syukur korupsi juga diklaim….

Ayoo, Klaim Lagi Ya…

Tari pendet diklaim, Reog diklaim, Sipadan dan Ligitan diembat, Ambalat diklaim, Batik diklaim, Lagu Rasa Sayange diklaim, duh duhhh. Apa itu negara ga punya budaya sendiri ya??

Syukur-syukur korupsi juga diklaim….

Father’s advice.jpg

Link

Murahnya Potong Rambut di Luar Negeri

Gondrong…, sesuatu yang dulu saya benci tapi sekarang harus saya sukai. Rambut yang selama di Indonesia setiap 3 minggu atau sebulan sekali dipotong sekarang harus rela memotongnya 4 atau 6 bulan sekali. Rambut saya yang memang aslinya njigrak seperti rambut landak semakin tambah njigrak karena tidak cukuran selama beberapa bulan.

Urusan cukur mencukur dan potong memotong rambut, Indonesia sepertinya adalah salah satu negara termurah. Cukup Rp.6.000 atau Rp.7.000 rambut kita sudah bisa dilibas oleh tukang cukur profesional plus pijat di kepala 5 menitan.

Saya sempat baca blognya Pak Dono Widiatmoko yang saat ini bermukim di The United Kingdom, beliau bilang kalau sekali pangkas rambut di sana tarifnya 11 poundsterling untuk umum dan 8,5 poundsterling untuk pelajar. Kalau dirupiahkan ya sekitar Rp.150.000-an, cukup untuk 20 kali potong rambut di Indonesia. Kalau di New Zealand, tarif rata-rata termurah adalah $20 untuk umum dan $15 untuk student (harus menunjukkan student card tentunya). Jika dirupiahkan ya kurang lebih Rp.130.000-an. Kalau di Barber Shop yang lebih bagus harganya bisa 2 kali lipat lebih. Tak beda jauh dengan di UK.

Tarif potong rambut untuk wanita justru lebih mahal lagi. Rata-rata adalah dua kali dari harga di Barber Shop untuk pria. Akhirnya dengan tidak yakin, istri saya pun memasrahkan rambutnya untuk saya potong. Hasilnya? Cukup memuaskan untuk tukang pangkas rambut wanita pemula. Gratis tis tis…, hayo siapa yang mau?

Selama di New Zealand saya baru pergi ke tukang cukur sekali, itu pun dengan hasil yang menurut saya kurang memuaskan. Rambut saya yang njigrak jadi tambah njigrak. Rambut yang biasa dicukur seperti tentara akhirnya jadi kayak model rambutnya si Kipli di sinetron Kiamat Sudah Dekat. Istri saya pun bilang, “Hasil cukurannya bagus mas, bagus banget.” Tapi sambil tertawa terpingkal-pingkal.

Nah, jika mau murah. Coba cari teman-teman yang bisa mencukur rambut kita. Sediakan saja alat-alatnya dan teman kita yang mencukur. Atau cukur botak alias gundul, cukup cukur sendiri dengan gunting elektrik yang banyak tersedia di toko-toko sekitar flat Anda.

Belajar tentang Student Loan dari Negara-negara Maju

Inilah kenyataan, bahwa mahasiswa yang di sela-sela kuliahnya nyambi kerja mayoritas adalah mahasiswa dari kalangan ekonomi yang pas pasan. Walau tak menutup kemungkinan, bahwa ternyata ada juga beberapa teman mahasiswa dengan ekonomi yang mendukung juga ikut bekerja paruh waktu (part time). Bisa jadi untuk pengalaman, hasilnya ditabung, atau sekedar menambah uang saku.


Mahasiswa dengan kondisi ekonomi pas-pasan ini masih bisa bersyukur karena sebenarnya ada ribuan siswa-siswa kita di Indonesia yang memiliki tekad kuat untuk melanjutkan pendidikan akan tetapi tidak bisa menjadi kenyataan karena tidak adanya biaya. Belum adanya sistem pembiayaan di sistem pendidikan Indonesia secara integral yang memberi kesempatan kepada para pelajar ini seakan menjadi penghalang negara ini menjadi maju.

Banyak dari siswa-siswa ini yang mencoba mengajukan beasiswa, jika beruntung mereka bisa mendapatkannya. Tapi jika tidak, impian untuk melanjutkan kuliah akhirnya sirna.

Student Loan di Negara-negara Maju, Berkembang dan di Indonesia?

Beberapa negara maju rata-rata telah memiliki sistem pembiayaan yang cukup terintegrasi sehingga memberikan kesempatan warganya yang kurang mampu secara ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sistem pembiayaan pendidikan dengan Student Loan atau pinjaman belajar adalah salah satu yang umum dipakai di negara-negara maju.

Beberapa negara seperti The United Kingdom, Selandia Baru, Amerika, Australia, Canada, Norwegia, Irlandia, India, Jerman, Swedia dan Denmark adalah beberapa contoh negara yang masih secara aktif menjalankan program student loan. Jika kita lihat dari grafik di atas, tingkat penetrasi siswa yang mendaftar ke perguruan tinggi dengan pembiayaan melalui student loan, maka Canada adalah yang paling tinggi. Negara-negara berkembang seperti Thailand, Philipina dan Malaysia juga aktif memberikan student loan kepada siswa-siswanya.

Berikut ini adalah beberapa link-link yang bisa kita pelajari tentang skema student loan ini:
Kebanyakan dari student loan di atas sistem pembiayaannya diatur oleh Kementerian atau Departemen Pendidikan di masing-masing negara. Ini artinya pasokan dana jelas pemerintah mengambil peran aktif dalam mencerdaskan rakyatnya. Untuk lebih jelasnya tentang sistem pengajuan, proses mendapatkannya dan sistem pembayaran kembali student loan, silakan klik link-link di atas.

Lalu bagaimana di Indonesia? Saat ini pemerintah belum memberikan ruang sistem macam ini untuk dijalankan di Indonesia. Sepertinya baru Sampoerna Foundation adalah satu-satunya lembaga yang memberikan pelayanan terbaik untuk bagi siswa/mahasiswa yang ingin mengajukan Student Loan pada saat ini.

Masyarakat Indonesia memang masih sangat sulit untuk mendapatkan student loan karena masih terbatasnya jumlah lembaga yang memberikan layanan ini. Bukan apa-apa, ini karena siswa-siswa dan para mahasiswa di Indonesia terbiasa disuapi gratis dengan beasiswa oleh lembaga-lembaga donor baik dari luar negeri atau dari pemerintah dan lembaga swasta dalam negeri. Media massa, seperti majalah, koran dan internet pun belum memberikan pencerahan dalam hal ini.

Student loan memang bukanlah cara pembiayaan terbaik untuk melanjutkan pendidikan karena setelah selesai studi mahasiswa diharuskan mengembalikan dana yang dipinjam selama kuliah. Hal inilah yang kerap menimbulkan permasalahan. Di beberapa negara maju seperti New Zealand, beberapa mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan dengan sistem pembiayaan student loan justru kemudian hengkang dari negaranya untuk bekerja di luar negeri untuk membayar cicilan student loan-nya.

Pertanyaan berikutnya, seperti apakah sistem student loan yang cocok untuk diterapkan di Indonesia?

Telekomunikasi Seluler di New Zealand

Setiap akan berangkat ke luar negeri, kita sering menanyakan apa ya operator yang cocok saat saya nanti berada di sana? Begitu pula dengan kami yang di New Zealand. Saat pertama kali datang dari Indonesia ke New Zealand saya juga mengalami kesulitan dalam hal ini. Artikel ini mudah-mudahan bermanfaat bagi yang mau berangkat ke sini.

Jika kita berangkat dari Indonesia, sebenarnya hampir semua operator dari Indonesia bisa dipakai di sini. Hanya saja sepanjang pengalaman saya, kartu XL (Excelcomindo Pratama) dan Three bisa langsung digunakan di New Zealand tanpa harus mensettingnya terlebih dulu di negara asal. Ini karena sudah ada kerja sama antara XL dengan Vodafone. Sedangkan untuk Indosat dan Telkomsel sungguh sayang, bisa sih bisa tapi ada yang harus registrasi dulu di Indonesia dan sinyalnya hilang-hilang.

Ada dua operator besar di New Zealand yang melayani telekomunikasi seluler, yaitu Vodafone dan Telecom. Ada perbedaan mendasar antara Vodafone dan Telecom, kalau Vodafone adalah layanan GSM, sedangkan Telecom adalah sejenis CDMA di Indonesia.

Harga SIM Card starter packnya kurang lebih NZ$ 35, cukup mahal sih memang. Tapi tak apa-apa yang penting bisa berkomunikasi dengan keluarga kita di Indonesia.

Untuk masalah handphone atau handset yang cocok, jangan khawatir, hape butut Anda dari Indonesia juga bisa Anda gunakan di sini. Tapi saya sarankan berhati-hati jika membawa HP Motorola dari Indonesia karena biasanya suka ngadat karena tidak support dengan operator lokal yang ada di New Zealand.

Kebanyakan orang di Wellington menggunakan HP Nokia, Samsung, dan LG. Motorola juga ada tapi jarang saya lihat.