Alhamdulillah, Lima Wisatawan Indonesia Telah Menjadi Pelanggan Pertama Kami

Anda ingin travelling ke New Zealand? Kami siap membantu perjalanan wisata Anda dengan tarif mahasiswa. Jangan ragu untuk menghubungi kami yaa …

Menegangkan, inilah pengalaman pertama kami menjadi travel guide untuk kelima turis yang telah datang ke New Zealand beberapa hari yang lalu. Perjalanan wisata mereka selama 10 hari lebih (dimulai dari tanggal 31 Desember 2009 s/d 13 Januari 2010) menjadi ujian pertama kami dalam menangani usaha travel guide ini. Kelimanya merupakan satu keluarga, kedua orang tua dan ketiga anak-anak mereka yang sangat antusias dalam perjalanan wisata mereka membuat kami menjadi semakin bersemangat.

Kurang lebih sebulan sebelum kedatangan mereka, semua akomodasi, fasilitas transportasi dan tempat-tempat yang akan mereka kunjungi telah kami booking dan kami siapkan. Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan lancar.

Perjalanan wisata mereka dimulai ketika kami menjemput mereka di Bandara, lalu menginap di Wellywood Backpacker yang berada di depan flat kami, sehari jalan-jalan di Botanic Garden, naik cable car, Museum Te Papa dan menikmati suasana jalan kaki di kota Wellington. Untuk obyek wisata di Wellington, saya sendiri yang menjadi guide, ditemani oleh saudara Deddy Pasareken yang menjadi guide cadangan sekaligus driver.

Hari Sabtu, 2 Januari 2010 perjalan ke South Island dimulai dengan menyebrang menggunakan kapal ferry Blue Bridge. Perjalanan wisata ini mengunjungi beberapa kota di Picton, Kaikoura, Christchurch, Mount Cook, Queenstown, Wanaka, Fox Glacier, Grey Mouth, Nelson lalu berakhir di Picton kembali untuk menyebrang ke North Island, yaitu kota Wellington base camp pertama kami memulai perjalanan. Untuk perjalanan keliling South Island ini saudara Deddy Pasareken menjadi full guide selama perjalan, saya sendiri mengorganisir akomodasi, penginapan di Wellington dan pemesanan beberapa penginapan untuk mereka. Perjalanan ke South Island berakhir pada hari Minggu, 10 Januari 2010.

Selama dua hari di kota Wellington, maka perjalanan berlanjut untuk mengunjungi sebagian dari Museum Tepapa yang belum selesai kami kelilingi sebelumnya, lalu ke Miramar untuk membeli souvenir khas New Zealand, ke Karori Sanctuary untuk melihat kehidupan liar khas New Zealand dan pemandangan alam yang indah. Tidak lupa kami juga berkunjung ke Wellington Zoo dan mencoba naik bis ala Wellington. Jalan kaki mengelilingi kota kecil ini juga menyisakan pengalaman yang menarik bagi mereka.

Masih ragu untuk berwisata ke New Zealand, silakan hubungi kami ya.

Posting Terkait

Kangen Anak Istri? Telpon Saja (Membahas Layanan Seluler di New Zealand)

Pagiku cerahku, matahari bersinar…
Kugendong tas merahku, di pundak…
Selamat pagi semua, kunantikan dirimu…
Di depan kelasmu, menantikan kami…

Guruku tersayang, guru tercinta…
Tanpa dirimu, apa jadinya aku…
Tak bisa baca tulis, mengerti banyak hal…
Guruku terima kasihku… dst

Hayooo, siapa yang tau lagu ini? Sound track Laskar Pelangi yang dinyanyikan para peserta AFI berjudul Terima Kasih Guruku ini mengalun merdu di hape saya. Berarti istri saya mengirimkan SMS dari Indonesia.

“Aslmwrwb.Sayang lg apa?Masih bobo yah?Dedek Kheira lagi rewel,ga tahu knp.Dia mau bilang kangen ama ayah.Dedek Kheira titip peluk dan cium sayang buat ayah.Love you…”

Sender:
Aa Anny
+628571xxxxxxxx
Received:
20:24:57
03-01-2010

Komunikasi selalu mengalami perubahan ke arah yang lebih baik dari waktu ke waktu, itulah yang saya rasakan. Kalau pada jaman saya STM dulu masih surat-suratan, maka kuliah sudah mulai menggunakan email dan hape.
Begitu juga dengan komunikasi antara New Zealand dan Indonesia. Pada awal-awal di sini saya menggunakan Vodafone untuk menjalin komunikasi dengan keluarga di Indonesia karena pada saat itu memang masih belum ada operator lain untuk GSM. Kalaupun CDMA hanya ada Telecom.
Begitu ada Two Degrees dilaunching, maka saya pun beralih ke operator baru ini karena tarif telepon dan SMS yang jauh lebih murah. Tarif SMS Vodafone ke luar negeri adalah 25 cents, kalau Two Degrees 9 cents, kalau lokal Vodafone 20 cents, Two Degrees tetap 9 cents (tapi dapat 100 SMS gratis tiap bulan ke semua operator di New Zealand, jadi yang 9 cents baru berlaku kalau 100 SMS gratisnya sudah habis).
Tarif telepon pun sangat berbeda jauh, Two Degress menawarkan 22 cents/menit untuk telpon sedangkan Vodafone saya tidak tahu berapa persisnya, tapi untuk $10 hanya bisa telpon sekitar 3-5 menit. Untuk saat ini, saya tidak begitu khawatir jika harus menelpon ke Indonesia dengan operator baru ini. Suaranya jernih, tak ada delay time yang sangat panjang seperti di Telephone Card yang ditawarkan Vodafone.

Keunggulan Vodafone untuk saat ini adalah banyaknya tersedia 3G Access, Telephone Card semacam Super Buss Asia, V-Card dan masih banyak lagi yang menawarkan $10 bisa menelpon sekitar 75 menitan. Tapi masalah kualitas suaranya? Sangat buruk sekali dan biasanya kalau menelpon harus seperti orang bertengkar. Delay timenya terasa sangat mengganggu sekali. Sungguh tidak nyaman.
Harga perdana SIM Card masing-masing operator ini juga berbeda sangat jauh. Kalau harga SIM Card Vodafone baru $35 maka untuk Two Degrees ada beberapa pilihan dari yang $2, $20 dan $30. Akhirnya saya pilih yang $2.
Keunggulan Two Degrees menurut saya adalah kualitas pelayanan yang cukup baik, tarif yang murah memberikan wacana baru untuk competitor lain dan kemudahan untuk swap over ke nomor lama kita.
Jadi begini, saya punya nomor Vodafone dimana kebanyakan teman-teman saya mengenal nomor ini. Maka Two Degrees memberikan fasilitas swap over untuk mereplace nomer lama kita tersebut menjadi pelanggannya. Artinya kita memiliki nomor yang sama, tapi berubah operator yang semula nomor itu milik Vodafone akhirnya menjadi milik Two Degrees.
Prosesnya pun cukup singkat, kurang dari satu hari melalui pendaftaran telepon atau online. Dari berita terakhir kemarin, sejak 4 bulan launching, Two Degress telah mengganti sekitar 27.000 nomor Vodafone menjadi Two Degrees. Sebuah angka yang cukup besar dengan penduduk hanya 4,3 juta jiwa dalam satu negara.

Posting Terkait

Jalan-Jalan dari Wellington ke Island Bay Untuk Melihat Seal (Anjing Laut)

Perjalanan yang cukup melelahkan. Untuk pertama kalinya saya melihat Seal dengan mata kepala sendiri, tapi untuk mencapainya bukanlah hal yang mudah. Deddy Pasareken, teman saya menjadi guide dalam perjalanan ini.

Perjalanan ke Island Bay dari kota Wellington sekitar 30 menit dengan bus. Kita bisa memilih Bus Go Wellington nomor 1 dan nomor 4 untuk mencapai Island Bay, cukup bayar 6 dolar untuk tiket pulang pergi berkali-kali. Untuk selanjutnya kita harus berjalan sekitar 1,5 jam untuk mencapai di mana seal suka berjemur. Red Rock adalah salah satu bagian yang tidak bisa kita lewatkan.
Redrock sebenarnya adalah batuan yang berwarna merah, letaknya tidak jauh dari lokasi dimana seal berjemur.

Berhubung kami tidak memiliki kendaraan off road, maka kaki ini terpaksa harus menjadi kendaraan off road kami untuk mencapai lokasi di mana Seal ini berada. Perjalanan satu setengah jam di medan berpasir dan berbatu membuat perjalanan dan langkah kami bertambah berat. Hembusan angin dingin pun membuat perjalanan ini semakin berkesan.

Tidak banyak yang saya lihat memang, ini karena Seal-Seal ini sudah mulai bermigrasi ke arah selatan yang lebih dingin. Normalnya mereka ada di Island Bay dan sekitar Red Rock sekitar bulan Mei sampai Oktober. Kami datang ke sana bulan Oktober, di mana Seal ini sudah mulai melakukan migrasi.

Meskipun hanya sekitar empat ekor yang saya temui, sudah cukup puas. Puas jalannya dan puas perjuangannya. Hehe…, kami juga sempat melihat beberapa Posum, hewan yang menjadi hama bagi orang New Zealand. Satu ekor kami temukan mati terlindas kendaraan off road, yang lainnya berlarian di antara semak belukar di lereng pegunungan karang di sekitar lokasi Seal berada.

Hayooo…siapa yang mau ke sini? Silakan kontak kami. Kami siap menjadi guide Anda. Syukur-syukur kalau mau sekalian sewa kendaraan off road… Pengalaman jalan kaki yang tak terlupakan…

Diposkan oleh: Andoyo dan Eflita Meiyetriani

Related Posts by Categories

Perjalanan

Tentang Selandia Baru

New Zealand, Banyak Orang yang Ingin Berangkat Ditipu oleh Agen Nakal

Silakan klik postingan aslinya di www.andoyoanny.com

Ada banyak kejadian menyedihkan karena keinginan yang besar untuk kuliah dan bekerja di luar negeri akhirnya kandas di tengah jalan. Sedangkan mereka yang sudah tiba di New Zealand ternyata mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan saat masih di Indonesia.

new-zealand-map

Penipuan oleh agen atau pun secara perorangan kerap terjadi pada orang-orang yang ingin berangkat melanjutkan pendidikan atau bekerja. New Zealand, adalah salah satu negara yang cukup prospektif untuk para agen dalam mengais rejeki yang mungkin bisa dikatakan tidak halal. Letak yang jauh dari Indonesia, kurangnya informasi tentang negara ini, dan iming-iming mendapatkan pekerjaan mudah sembari bekerja adalah banyak hal yang menjadi peluang untuk mengelabui para korban.

Ada banyak kisah sedih dari beberapa korban yang saat ini berada di New Zealand. Beberapa orang dijanjikan bisa kuliah dan bekerja part time di Wellington secara layak akhirnya terpaksa harus terjerat dengan pinjaman yang sangat memberatkan pada beberapa lembaga.

Ada juga yang dijanjikan untuk mendapatkan kerja di perkebunan dan peternakan, sedangkan visa yang mereka bawa adalah visa visitor yang hanya berlaku tiga bulan. Mendapatkan pekerjaan di kebun tidaklah semudah yang dikatakan agen-agen tersebut, waktu tiga bulan akan sangat berat untuk mendapatkan sejumlah uang yang kita pakai untuk berangkat ke negara tersebut.

Memahami Konsep Para Agen Nakal

Agen menggunakan berbagai macam cara untuk menarik orang-orang yang ingin melanjutkan kuliah di luar negeri agar masuk ke dalam jerat mereka. Ada beberapa agen yang memang cukup transparan dan jujur dalam menyampaikan kondisi sebenarnya, ada juga beberapa oknum agen yang menghalalkan segala cara untuk menjerat korbanya. Semua agen yang baik dan buruk itu rata-rata memiliki lembaga resmi, entah itu lembaga pendidikan atau pun sejenis PJTKI.

Untuk agen pendidikan mereka akan mendapatkan sejumlah fee (uang) yang biasanya berkisar 5-30% dari nilai yang kita bayarkan ke lembaga pendidikan di New Zealand. Hal inilah kiranya yang kadang membuat agen gelap mata dan berusaha menarik orang sebanyak-banyaknya serta menggunakan cara-cara yang tidak jujur.

Beberapa kasus bahkan masuk ke dalam surat kabar ternama di Jakarta, Kalimantan Timur dan area Sulawesi. Presentasinya juga tidak tanggung-tanggung, karena pembiacaranya bertitel doktor dan menjadi salah satu pengajar di universitas ternama di Indonesia.

Sering mereka mengundang para akademisi, guru-guru, lembaga pendidikan dan dilaksanakan di hadapan pimpinan kepala daerah dengan janji belajar bahasa Inggris, program doktoral S3, S2, diploma dan sebagainya. Para calon korban ini biasanya dijanjikan bisa kuliah dan bekerja part time di kebun, di restoran, cleaner dan sebagainya.

Padahal misi sebenarnya adalah agar agen mendapatkan fee dari lembaga pendidikan terkait tanpa memikirkan nasib para korban saat mereka sampai di New Zealand nanti. Sering pula mereka juga mengatakan kalau memiliki kantor dan tempat tinggal sementara di New Zealand bagi para korban ini, padahal sebenarnya tidak.

Menghindari Penipuan Agen Nakal

Ada beberapa saran yang mudah-mudahan bisa digunakan untuk menghindari para agen-agen nakal ini. Menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang negara yang akan kita kunjungi menjadi sesuatu yang wajib untuk kita lakukan. Jangan mudah percaya terhadap janji-janji para agen nakal, meskipun yang memberikan janji-janji itu pernah kuliah di New Zealand dan bergelar akademik tinggi.

Jika kita memiliki dana yang cukup, saya sarankan langsung meminta ke Kedutaan negara terkait agar lebih jelas prosedurnya, lebih legal hukum dan akan memberikan kemudahan bagi kita saat kita tiba di New Zealand kelak. Menghubungi teman-teman atau orang yang kita kenal yang berada di New Zealand secara langsung cara terbaik dan termudah untuk mendapatkan informasi selengkap-lengkapnya.

Beasiswa, pertukaran pelajar, perekrutan tenaga kerja secara legal, pembiayaan pribadi dan hal-hal yang dijalankan secara legal serta transparan adalah hal yang lebih baik untuk selanjutnya kita bisa memutuskan berangkat ke negeri Kiwi. Janganlah keinginan besar untuk kuliah dan bekerja di luar negeri membutakan mata hati kita sehingga kita tertipu dengan janji-janji, terjerat hutang puluhan juta rupiah dan terlunta-lunta jauh dari keluarga.

Artikel Terkait:

1. Imigrasi New Zealand
2. Mencari Flat atau Apartemen di Wellington
3. Kerja Part Time di Wellington? Buka Website ini yah
4. Kuliah di New Zealand, Universitas dan Polytechnic Terkemuka di New Zealand (North Island)
5. Website Cari Flat/Apartemen di New Zealand, Khususnya Wellington

Puasa Ramadhan di New Zealand

Terdengar adzan subuh tanda waktu makan sahur kami sudah selesai. Adzan itu terdengar bukan dari masjid atau dari mushola sebagaimana yang biasa kita dengar saat kita berada di Indonesia.

Hanya program Saalat Time yang kami install di komputer dan panduan waktu buka puasa dan sahur yang kami download dari website lembaga resmi muslim yang mengurusi masalah di New Zealand yaitu FIANZ inilah yang selalu setia mengingatkan kami akan tanda kapan waktu buka dan sahur kami.

Silakan download program Saalat Time jika Anda mau, karena akan sangat membantu.

Jika saya bandingkan, perbedaan antara waktu yang tertera di program Saalat Time dan timetable waktu shalat yang diperhitungkan oleh ulama-ulama FIANZ hanya terdapat perbedaan sekitar 5 menitan. Untuk masalah ini Mufti di sini memperbolehkan perbedaan waktu 5 menit tersebut. Jadi jika ingin berbuka atau sahur, kita bisa membandingkan mana yang mau dipakai. Saya sangat berterimakasih sekali kepada para programer yang telah membuat software pengingat shalat tersebut, mudah-mudahan Allah memudahkan hidupnya di dunia dan akhirat.

Silakan klik link ini jika Anda ingin mengetahui aktifitas muslim di New Zealand FIANZ (
The Federation of Islamic Associations of New Zealand).

Hari ini adalah hari ke 15 kami menjalankan ibadah puasa, tidak banyak hal berubah dengan aktifitas kami di sini. Suasana Ramadhan benar-benar sangat berbeda dengan yang saya rasakan saat saya berada di Indonesia. Susahnya mendapatkan makanan dari restoran dan cafe-cafe yang ada di Wellington membuat kami harus rajin memasak. Sungguh suasana yang berbeda, di sinilah Allah memberikan ujiannya untuk seorang muslim yang pertama kalinya hidup dan menjalankan ibadah puasa di luar negeri. Beberapa teman memilih untuk tidak menjalankan ibadah puasa karena hal ini.

Masak makanan sendiri

Halal Butcher, inilah tempat favorit yang harus saya kunjungi untuk mendapatkan stock daging sapi, kambing atau ayam potong yang murah sekaligus juga halal. Tidak banyak penyedia makanan halal di Wellington, sehingga kami harus berhati-hati saat menyiapkan makanan untuk puasa kami. Anda bisa membeli ikan dan produk lainnya jika takut daging yang Anda beli tidak halal yang cukup banyak tersedia di toko-toko sekitar Wellington.

Memasak adalah aktifitas yang cukup mengasyikan saat mempersiapkan makan sahur dan buka puasa. Soalnya kita akan sulit mendapatkan makanan buka puasa siap saji seperti kolak, bubur dan es kelapa yang dengan mudah kita bisa dapatkan di sekitar rumah kita di Indonesia. Hampir semuanya harus kita masak sendiri. Harus ada daftar menu yang disiapkan setiap harinya, jadi mau tidak mau akhirnya kami bisa memasak sendiri di sini.

Saya teringat saat tahun kemarin masih menjalankan ibadah puasa di Surabaya. Mudah banget mendapatkan makanan buka dan es kelapa muda di sekitar Royal Plasa, Citos dan di sekitar kampus Petra di daerah Kertomenanggal. Tapi sekarang di sini, suasananya serba berbeda. Kolak harus bikin sendiri, bubur bikin sendiri, makan utama juga harus masak sendiri.

Alhamdulillah-nya, inilah kenikmatan yang diberikan oleh Allah untuk merasakan berkah puasa di negeri orang. Jarang orang mendapatkan kesempatan seperti ini. Waktu puasa di New Zealand yang tidak terlalu ekstrim antara siang dan malamnya juga membuat kami enjoy menikmati ibadah ini.

Di sini saya jadi mengerti kenapa pelaksanaan puasa kenapa dijalankan berdasarkan penanggalan bulan atau Qomariyah. Saat di Indonesia mungkin kita belum mau berpikir tentang hal ini karena Indonesia yang cuma ada dua musim, musim penghujan dan musim kemarau.

Inilah berkah kenapa Puasa Ramadhan dijalankan berdasarkan penanggalan bulan, bukan penanggalan berdasarkan matahari. Adanya 4 musim dengan perbedaan waktu siang dan malam yang ekstrim, kadang siang lebih panjang dan kadang malam lebih panjang tentunya akan membuat puasa Anda menjadi terasa berat dan terasa ringan. Dengan pelaksanaan puasa berdasarkan penanggalan bulan, maka kita akan melaksanakan puasa di musim-musim yang berbeda, tidak melulu di musim dingin. Akan ada variasi puasa tiap tahunnya, bisa jadi tahun ini puasa tahun ini di musim panan (summer), maka bisa jadi tahun depan kita mendapatkan puasa di musim semi (spring).

Coba dijalankan berdasarkan penanggalan matahari, tentunya kita akan yang di sini atau saudara-saudara muslim kita yang hidup di negara dengan perbedaan siang dan malam yang ekstrim seperti di Canda dan Finlandia tentunya akan merasa keberatan. Alhamdulillah…

Artikel terkait:

  1. Download Program Saalat Time
  2. Halal Butcher Wellington
  3. Wellington Mosque, Kilbirnie

Mengenal Wong Fei Hung yang Ternyata Seorang Muslim

Sudah banyak orang yang tahu bahwa tokoh bahari legendaris asal Cina, Sam Poo Kong alias Muhammad Cheng Ho adalah seorang Muslim. Namun nampaknya masih banyak yang belum tahu bahwa masih banyak tokoh China legendaris yang ternyata beragama Islam. Dua di antaranya ialah Wong Fei Hung dan Judge Bao.

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?

Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.


Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.


Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang ulama dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional Tiongkok serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (Wushu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (Ibukota Guandong). Won Kay-Ying merupakan ulama yang memiliki kemampuan wushu tingkat tinggi pada masa itu sehingga dikenal sebagai salah satu Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.


Kombinasi antara pengatahuan, ilmu pengobatan tradisional dan bela diri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.


Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.


Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.


Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.


Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.


Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.


Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.


Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Alah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amin.


Cumi-cumi Raksasa di Museum Te Papa Wellington

Para ilmuwan kelautan dari Selandia Baru memulai persiapan untuk mengotopsi seekor cumi-cumi raksasa (data selengkapnya lihat di Link ini) yang ditangkap tahun lalu. Penelitian terhadap cumi-cumi seberat 500 kilogram dan panjang 7,8 meter itu dilakukan untuk mengungkap rahasia salah satu raksasa laut yang masih sangat misterius.

Cumi-cumi tersebut telah dikeluarkan dari kotak es ruang penyimpanannya dan dipindahkan ke dalam tangki berisi larutan garam hari ini. Es juga ditambahkan ke selama tangki agar proses pencairan lambat sehingga bagian tubuh terluar yang masih segar tidak rusak karena keriput.

Setelah mencair seluruhnya, para peneliti akan mempelajari lebih dalam mengenai bentuk anatominya, membedah isi perut dan mulutnya. Sampel jaringan juga akan diambil untuk analisis DNA dan mengidentifikasi jenis kelaminnya. Proses otopsi untuk mengungkap kehidupan cumi-cumi raksasa tersebut rencananya dilakukan mulai Rabu (30/4).

“Jika ternyata diketahui jantan, ini berarti laporan ilmiah pertama mengenai deskripsi jenis jantan dari spesies ini,” ujar Steve O’Shea, pakar cumi-cumi dari Universitas Teknologi Auckland yang akan terlibat dalam penelitian. Cumi-cumi kolosal betina pernah diidentifikasi dari spesimen yang ditemukan tahun 2003. Usai otopsi, bangkai cumi-cumi raksasa tersebut dipamerkan dalam tangki berisi formalin 900 liter di Te Papa Museum, Wellington.

Selama ini, cumi-cumi kolosal banyak diberitakan dari cerita dari mulut ke mulut nelayan. Tak ada seorang pun yang pernah melihatnya lansgung pada habitatanya di perairan dalam.

Seorang nelayan tanpa sengaja menangkap seekor cumi-cumi raksasa itu di lepas pantai Antartika pada Februari 2007 saat mengail ikan gigi Patagonia atau ikan bass Chili. Cumi-cumi tersebut terseret ujung kail dari laut dalam ke permukaan karena memangsa ikan tersebut.

Sadar bahwa hasil tangkapannya sangat bernilai, nelayan tersebut mengambilnya dan menjaga kondisinya di atas kapal. Kemudian, museum nasional Te Papa Tongerawa mengambil alih perawatan setelah dilaporkan.

Spesimen tersebut tercatat sebagai spesies Mesonychoteuthis hamiltoni terbesar yang pernah ditangkap. Cumi-cumi kolosal terbesar sebelumnya yang ditemukan tahun 2003 hanya seberat 330 kilogram dan berjenis kelamin betina. Meski demikain, seekor cumi-cumi kolosal diperkirakan dapat tumbuh hingga 13 meter.

Sumber: http://www.kompas.com