SD Negeri Sumberejo Kecamatan Japah Kabupaten Blora

Sekolah Dasar Negeri Sumberejo Kecamatan Japah Kabupaten Blora Propinsi Jawa Tengah, ya ini adalah tempat pertama kali dimana saya sekolah. Sekolah dengan 5 kelas dan 1 ruang kantor sekaligus ruang guru ini terletak tak jauh dari pusat desa. Jalan kaki kira-kira ya sepuluh atau lima belas menit. Sekolah yang sebenarnya jauh dari peradaban perkotaan.

Sekolah dengan lapangannya yang luas, sehingga kami puas bermain. Alam yang masih asri dan jauh dari polusi. Tanpa lalu lalang kendaraan yang membahayakan kami. Sekolah yang menyenangkan.

Saya masih ingat dengan Pak Paryono almarhum, guru saya waktu kelas satu dan kelas dua. Beliau rela mengayuh sepedanya yang berjarak 6 kilometer demi untuk mengajar kami. Lalu Pak Siswanto, guru saya waktu kelas 3, dari beliaulah saya pertama kalinya diberi rangking 1 di kelas. Lalu Pak Masudji, guru kelas 4 yang galak dan juga memberi saya nilai terbaik di kelas.

Pak Djoko Suryono mungkin adalah guru saya waktu kelas 5, rumahnya yang tepat berada di depan rumah saya memaksa saya untuk belajar lebih giat. Ada banyak buku, koran dan majalah yang beliau sediakan di saat saya masih belia. Saya ucapkan terimakasih yang besar, di usia 11 tahun saya telah banyak membaca majalah dan koran yang banyak memberi saya gambaran tentang pendidikan tinggi, kuliah di luar negeri dan sebagainya. Saya masih ingat, saat itu saya suka sekali membaca majalah Intisari. Membaca tentang petualangan di alam liar Afrika dimana saat teman-teman sebaya saya tidak menyukainya, entah kapan saya mengunjunginya. Saya bersyukur karena sekarang saya berkesempatan berpetualang dari pulau ke pulau di Indonesia dan ke Selandia Baru. Terima kasih atas ilmunya yang beliau sampaikan, melalui buku dan majalah yang disediakan untuk saya baca.

Lalu Pak Kukuh, guru kelas enam. Saya ucapkan terimakasih atas pengajaran yang diberikan. Pak Soekemi (almarhum), Kepala Sekolah kami yang begitu tegas dan disiplin mengajar anak-anaknya. Beliau adalah guru produk jaman Belanda yang dengan tegas menerapkan disiplin, memotong kuku, duduk tenang saat belajar dan mengajar matematika sehingga mudah saya pahami. Pak Mustaqim, guru agama yang mengajarkan Fiqih, Hadist, dan Aqidah. Dari beliaulah saya mengenal membaca dan menulis Al Qur’an. Terima kasih kepada beliau semuanya.

Sekolah yang dulu di saat saya belajar masih belum ada Taman Kanak-Kanak-nya sekarang alhamdulillah sudah berdampingan. Mudah-mudahan bisa menjadi sekolah yang lebih baik dibanding masa saya sekolah dulu.

About andoyoanny
Blognya Andoyo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: